Apa itu Benjolan Payudara?

Benjolan pada payudara adalah hal yang umum dan sebagian besar tidak bersifat kanker (jinak). Penyebabnya termasuk perubahan hormon, kista berisi cairan, pertumbuhan jinak seperti fibroadenoma, dan peradangan.
Meskipun sebagian besar benjolan payudara tidak bersifat kanker, setiap benjolan baru atau yang menetap perlu diperiksa untuk menentukan penyebabnya dan menyingkirkan kemungkinan kanker payudara.
Penyebab Umum Benjolan Payudara
Penyebab jinak yang umum dari benjolan payudara meliputi:
- Fibroadenoma
- Kista payudara
- Tumor phyllodes jinak
- Lipoma
- Papiloma intraduktal
- Nekrosis lemak
- Perubahan fibrokistik payudara
Tanda dan Gejala
Benjolan payudara dapat muncul sebagai:
- Benjolan baru
- Nyeri atau rasa sensitif pada area tertentu di payudara
- Penebalan pada area tertentu di payudara
- Pembengkakan payudara
- Perubahan bentuk atau kontur payudara
Beberapa benjolan payudara tidak menimbulkan gejala dan hanya terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan payudara.
Bagaimana Benjolan Payudara Didiagnosis?

Tidak selalu memungkinkan untuk menentukan sifat benjolan payudara hanya berdasarkan perabaan. Penilaian yang tepat biasanya memerlukan kombinasi pemeriksaan klinis, pencitraan payudara, dan kadang-kadang pengambilan sampel jaringan.
Pemeriksaan Klinis Payudara
Konsultasi dan pemeriksaan fisik membantu menilai ukuran, lokasi, serta karakteristik benjolan.
Pencitraan Payudara
Pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:
- Mamografi
Pemeriksaan sinar-X dosis rendah pada payudara yang umum digunakan pada wanita usia 40 tahun ke atas. - USG payudara
Berguna untuk mengevaluasi benjolan payudara serta membedakan antara benjolan padat dan kista berisi cairan. USG juga sering digunakan untuk memantau benjolan jinak dari waktu ke waktu, terutama pada wanita muda dan mereka dengan jaringan payudara yang lebih padat. - MRI payudara
Digunakan secara selektif pada pasien yang memerlukan evaluasi lanjutan. - Biopsi payudara
Biopsi melibatkan pengambilan sampel jaringan kecil untuk pemeriksaan mikroskopis, dan mungkin dianjurkan jika hasil pencitraan tidak jelas atau mencurigakan.

Perawatan dan Penanganan
Penanganan tergantung pada penyebab benjolan payudara, adanya gejala, serta preferensi masing-masing pasien.
1. Observasi
Banyak benjolan payudara jinak dapat dipantau dengan aman melalui pemeriksaan klinis dan pencitraan secara berkala.
2. Aspirasi Jarum
Kista payudara yang bergejala dapat ditangani dengan mengeluarkan cairan menggunakan prosedur aspirasi jarum halus.
3. Operasi Pengangkatan
Operasi dapat dipertimbangkan jika benjolan payudara:
- Bertambah besar
- Menyebabkan ketidaknyamanan
- Terlihat jelas secara kosmetik
- Berkaitan dengan hasil pencitraan atau biopsi yang tidak pasti atau mencurigakan
Pada pasien tertentu, teknik minimal invasif dapat menjadi pilihan untuk mengangkat beberapa jenis benjolan payudara jinak.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya mencari pertolongan medis jika mengalami:
- Benjolan baru di payudara
- Benjolan yang menetap atau semakin membesar
- Nyeri payudara yang berkelanjutan
- Kulit yang berlesung (dimpling), menebal, atau kemerahan
- Puting yang baru menjadi terbalik atau perubahan menetap pada puting atau areola
- Keluarnya cairan berdarah dari puting
- Benjolan di ketiak
Meskipun sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak, evaluasi yang tepat tetap penting untuk menyingkirkan kemungkinan kanker payudara.
Buat Janji TemuPertanyaan yang Sering Diajukan
Sebagian besar benjolan payudara yang terasa nyeri bukanlah kanker. Nyeri sering kali berkaitan dengan perubahan hormon pada payudara atau kondisi jinak seperti kista.
Sebagian besar benjolan payudara jinak tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Namun, beberapa kondisi jinak tertentu dapat dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko dan mungkin memerlukan evaluasi atau pemantauan lebih lanjut.
Tidak. Banyak benjolan payudara jinak dapat dipantau dengan aman tanpa operasi. Rekomendasi penanganan tergantung pada jenis benjolan, gejala, hasil pencitraan, serta preferensi pasien.
Beberapa kondisi payudara jinak dapat kambuh, atau benjolan baru dapat muncul seiring waktu, terutama pada wanita dengan perubahan fibrokistik payudara.
Ya. Pria juga dapat mengalami benjolan pada payudara.