Apa Itu Skrining Payudara?

Skrining Payudara

Skrining payudara adalah pemeriksaan payudara dan tes pencitraan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara sebelum gejala muncul. Tujuan skrining adalah mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, ketika pengobatan sering kali lebih sederhana dan hasilnya umumnya lebih baik.

Meskipun sebagian besar wanita yang menjalani skrining payudara tidak menderita kanker payudara, skrining berperan penting dalam mendeteksi kanker sebelum ukurannya cukup besar untuk dapat dirasakan.

Siapa yang Sebaiknya Menjalani Skrining Payudara?

Rekomendasi skrining berbeda-beda tergantung pada usia wanita, kepadatan payudara, riwayat keluarga, dan risiko kanker payudara secara keseluruhan.

Wanita dengan risiko rata-rata umumnya disarankan menjalani skrining mamografi setiap tahun mulai usia 40 hingga 49 tahun, kemudian menjalani skrining mamografi setiap dua tahun mulai usia 50 tahun ke atas.

Wanita dengan riwayat keluarga yang kuat terkait kanker payudara atau ovarium, kondisi genetik bawaan yang diketahui (seperti BRCA1 atau BRCA2), atau faktor risiko tinggi lainnya mungkin memerlukan skrining lebih awal atau lebih intensif. Rencana skrining yang disesuaikan secara individual dapat direkomendasikan berdasarkan profil risiko Anda.

Jenis-Jenis Skrining Payudara

Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan sinar-X payudara dengan dosis rendah yang khusus digunakan untuk payudara dan merupakan tes skrining paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal.

Mamografi sangat berguna untuk mengidentifikasi kelainan seperti mikrokalsifikasi dan massa pada payudara sebelum menimbulkan gejala yang dapat terlihat secara klinis.

USG Payudara

USG payudara menggunakan gelombang suara untuk memeriksa jaringan payudara.

USG sering digunakan bersama mamografi untuk mengevaluasi lebih lanjut kelainan yang ditemukan saat skrining, terutama pada wanita dengan jaringan payudara yang padat.

USG bukan pengganti mamografi, tetapi memberikan informasi tambahan yang saling melengkapi.

MRI Payudara

MRI payudara menghasilkan gambaran payudara yang sangat detail dan direkomendasikan untuk wanita tertentu yang memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi atau ketika diperlukan pemeriksaan tambahan. MRI tidak secara rutin direkomendasikan sebagai skrining payudara pada wanita dengan risiko rata-rata.

Kesadaran terhadap Kondisi Payudara

Wanita sebaiknya mengenali tampilan dan kondisi normal payudaranya.

Kesadaran terhadap kondisi payudara tidak menggantikan skrining rutin. Hal ini dapat membantu wanita mengenali perubahan baru seperti benjolan payudara, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan pada kulit yang perlu diperiksa oleh dokter.

Manfaat Skrining Payudara

Skrining payudara dapat membantu:

  • Mendeteksi kanker payudara sebelum gejala muncul
  • Meningkatkan kemungkinan mendeteksi kanker pada tahap awal
  • Meningkatkan pilihan pengobatan dan hasil jangka panjang

Keterbatasan Skrining Payudara

Meskipun skrining payudara merupakan alat yang penting, tidak ada tes skrining yang sempurna.

Skrining payudara terkadang dapat:

  • Tidak mendeteksi beberapa kanker yang berukuran sangat kecil atau tidak terlihat dengan baik pada mammogram (hasil negatif palsu)
  • Mendeteksi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut tetapi pada akhirnya bersifat jinak (hasil positif palsu)

Terkadang hasil skrining menunjukkan adanya sesuatu yang ternyata tidak berbahaya sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan. Dipanggil kembali untuk menjalani pemeriksaan tambahan cukup umum terjadi dan biasanya tidak berarti Anda menderita kanker payudara. Hal ini hanya berarti bahwa penilaian lebih lanjut diperlukan.

Jaringan payudara yang padat dapat membuat mammogram lebih sulit diinterpretasikan dan dapat mengurangi kemampuan untuk mendeteksi beberapa kanker payudara. Perempuan dengan payudara padat dapat memperoleh manfaat dari pemeriksaan pencitraan tambahan seperti USG payudara, tergantung pada faktor risiko dan hasil pemeriksaan pencitraan masing-masing.

Dokter dapat membantu menginterpretasikan hasil skrining dan menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Kapan Saya Harus Menemui Dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami:

  • Benjolan baru atau penebalan pada payudara atau ketiak.
  • Keluarnya cairan dari puting, terutama jika berdarah atau hanya berasal dari satu sisi.
  • Kulit payudara yang berlekuk, mengerut, atau memiliki tekstur seperti “kulit jeruk”.
  • Puting yang tertarik ke dalam atau mengalami perubahan bentuk.
  • Perubahan yang menetap pada ukuran, bentuk, atau tekstur salah satu payudara.
  • Kemerahan, kulit bersisik, atau ruam pada puting atau kulit payudara.

Sebagian besar perubahan pada payudara ternyata tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa. Mammogram skrining ditujukan untuk perempuan tanpa gejala. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, Anda memerlukan pemeriksaan dokter, bukan skrining rutin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Saya merasa sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Apakah saya tetap perlu menjalani pemeriksaan skrining?

Ya. Sebagian besar wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga. Kanker pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Skrining justru ditujukan bagi wanita yang merasa sehat.

Apakah sebaiknya saya menjalani pemeriksaan mamografi sekaligus USG?

Hal ini bergantung pada usia, kepadatan payudara, faktor risiko, dan temuan klinis Anda. Dokter Anda dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan yang paling tepat untuk Anda.

Bagaimana jika ditemukan sesuatu pada hasil mamografi?

Adanya temuan tidak berarti kanker. Hal ini biasanya berarti diperlukannya pengambilan gambar mamografi tambahan atau pemeriksaan USG—dan terkadang biopsi—untuk mendapatkan jawaban yang pasti. Dokter Anda akan memandu Anda melalui setiap tahapannya.

Apakah mamografi menyakitkan?

Akan ada tekanan sesaat saat payudara dijepit, yang bagi sebagian wanita terasa tidak nyaman selama beberapa detik. Jika memungkinkan, jadwalkan pemeriksaan mamografi pada minggu setelah menstruasi, saat payudara biasanya tidak terlalu sensitif atau nyeri.

Apakah mamografi memaparkan saya pada banyak radiasi?

Mamografi menggunakan radiasi sinar-X dosis sangat rendah. Bagi wanita dalam kelompok usia yang disarankan, manfaat mendeteksi kanker sejak dini jauh lebih besar daripada risiko akibat dosis radiasi yang rendah tersebut.

Apakah sebaiknya saya juga melakukan pemeriksaan payudara sendiri?

Pemeriksaan mandiri tidak menggantikan mamografi, namun mengenali tampilan dan tekstur normal payudara Anda dapat membantu Anda menyadari adanya perubahan sejak dini. Temuilah dokter jika ada sesuatu yang tampak berbeda.