Apa Itu Nyeri Payudara?

Nyeri payudara (mastalgia) merupakan gejala yang umum dialami oleh banyak wanita. Nyeri payudara jarang disebabkan oleh kanker payudara, terutama jika terjadi tanpa kelainan lain pada payudara.
Apa Penyebab Nyeri Payudara?
Nyeri payudara dapat disebabkan oleh:
- Perubahan kadar hormon
- Kista payudara
- Perubahan payudara fibrokistik
- Kondisi muskuloskeletal
- Peradangan pada dinding dada
- Bra yang tidak pas
Tanda dan Gejala
Nyeri payudara dapat berupa:
- Siklik (berkaitan dengan siklus menstruasi)
- Non-siklik
- Terlokalisasi pada satu area
- Menyebar di seluruh payudara
- Nyeri yang tajam, ngilu atau seperti tertarik, atau sensasi berat atau penuh
Penanganan Nyeri Payudara
Pilihan Pengobatan
Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar kasus nyeri payudara membaik dengan pemberian kepastian, tindakan suportif, dan waktu.
Pilihan penanganan meliputi:
- Meningkatkan penyangga payudara dengan bra yang pas
- Obat pereda nyeri
- Penanganan kondisi payudara yang mendasarinya
- Mengurangi ketegangan berlebihan pada otot dinding dada
- Perubahan gaya hidup, termasuk menghindari aktivitas yang memperburuk nyeri
Kapan Harus Menemui Dokter
Anda sebaiknya mencari pertolongan medis jika:
- Nyeri berlangsung selama lebih dari satu bulan
- Nyeri terlokalisasi pada satu area
- Terdapat benjolan pada payudara
- Terdapat perubahan pada kulit payudara atau puting
- Gejala semakin memburuk
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Nyeri payudara saja jarang disebabkan oleh kanker payudara. Namun, gejala yang menetap sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Hal ini bergantung pada gejala, temuan pemeriksaan, dan faktor risiko Anda. Dokter Anda akan menyarankan jenis pemeriksaan pencitraan yang tepat.
Tidak. Sebagian besar kasus nyeri payudara membaik dengan sendirinya atau melalui langkah-langkah pendukung sederhana, seperti mengenakan bra yang pas dan menggunakan pereda nyeri jika diperlukan.
Ya. Banyak wanita mengalami nyeri payudara yang bersifat siklikal akibat perubahan hormon. Kondisi ini sering kali mereda setelah menstruasi.