Apa itu Penyakit Divertikular?

Penyakit divertikular adalah kondisi yang memengaruhi kolon (usus besar) di mana kantung-kantung kecil terbentuk pada bagian dinding usus yang lemah.
Kantung kecil ini disebut divertikula (satu kantung disebut divertikulum). Penyakit divertikular sering dikaitkan dengan pertambahan usia serta pola makan rendah serat.
Penyakit divertikular meliputi dua kondisi utama:
- Divertikulosis: menggambarkan adanya divertikula tanpa peradangan.
- Divertikulitis: terjadi ketika kantung-kantung tersebut mengalami peradangan atau infeksi.
Identifikasi sejak dini membantu mencegah komplikasi seperti perdarahan, abses, atau perforasi usus.
Bagaimana Penyakit Divertikular Terjadi?
Penyakit divertikular terjadi apabila bagian dinding kolon yang lemah menonjol keluar akibat tekanan, membentuk kantung-kantung kecil. Tekanan ini sering berkaitan dengan sembelit jangka panjang dan mengejan saat buang air besar.
Pada divertikulosis, kantung-kantung ini ada tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala. Masalah timbul apabila tinja atau bakteri terperangkap di dalam kantung, menyebabkan peradangan atau infeksi. Kondisi yang menyakitkan ini dikenal sebagai divertikulitis.
Kantung-kantung ini paling sering ditemukan di kolon sigmoid, yaitu bagian bawah usus besar. Di Singapura, penyakit divertikular semakin sering didiagnosis akibat populasi yang menua dan pola makan rendah serat.
Gejala
Gejala bergantung pada apakah seseorang mengalami divertikulosis atau divertikulitis.
Divertikulosis
Banyak individu dengan divertikulosis tidak mengalami gejala. Apabila gejala muncul, dapat meliputi:
- Ketidaknyamanan ringan atau kembung pada perut
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare
- Perdarahan rektum sesekali, yang mungkin terjadi secara tiba-tiba tanpa rasa nyeri
Divertikulitis
Divertikulitis biasanya menimbulkan gejala yang lebih jelas, termasuk:
- Nyeri berterusan di bagian kiri bawah perut
- Demam atau menggigil, yang menandakan kemungkinan infeksi
- Mual atau muntah
Jika tidak ditangani, divertikulitis dapat menyebabkan komplikasi seperti pembentukan abses, sumbatan usus, atau perforasi usus.
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa faktor meningkatkan risiko terjadinya penyakit divertikular, terutama dalam populasi yang menua di Singapura:
- Pertambahan usia, terutama di atas 50 tahun
- Pola makan rendah serat, yang umum dalam makanan olahan atau yang telah diproses
- Sembelit kronis atau sering mengejan
- Gaya hidup kurang aktif
- Obesitas
- Merokok
- Obat-obatan tertentu seperti penggunaan jangka panjang obat pereda nyeri (NSAID)
- Riwayat keluarga dengan divertikulosis kolon
Penanganan Penyakit Divertikular
Penanganan bergantung pada apakah kondisi tersebut berupa divertikulosis atau divertikulitis, serta tingkat keparahan gejala. Kebanyakan orang dapat mengelola penyakit divertikular melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan, sementara pembedahan diperuntukkan bagi kasus yang mengalami komplikasi.
Pilihan Penanganan

Penanganan divertikulosis berfokus pada mencegah perkembangan dan komplikasi. Penanganan divertikulitis bertujuan mengendalikan infeksi, meredakan gejala, dan mencegah kekambuhan. Pilihan penanganan yang umum meliputi:
- Perubahan pola makan: Diet tinggi serat untuk melunakkan tinja dan mengurangi tekanan pada usus
- Pengobatan: Obat pereda nyeri dapat digunakan untuk mengendalikan ketidaknyamanan. Antibiotik mungkin diberikan untuk divertikulitis, terutama pada pasien dengan tanda infeksi atau risiko komplikasi yang lebih tinggi.
- Istirahat usus: Diet cair atau rendah residu sementara selama episode divertikulitis akut
- Perawatan di rumah sakit: Untuk divertikulitis berat yang disertai demam, dehidrasi, atau komplikasi
- Pembedahan divertikulitis: Dianjurkan jika terjadi serangan berulang, perforasi usus, abses, atau perdarahan yang tidak terkendali. Pembedahan dapat melibatkan pengangkatan bagian kolon yang terdampak dan tersedia di rumah sakit pemerintah maupun swasta di Singapura
Kebanyakan pasien pulih dengan baik melalui penanganan dan tindak lanjut yang sesuai.
Pencegahan
Walaupun pembentukan divertikula tidak selalu dapat dicegah, risiko gejala dan komplikasi dapat dikurangi dengan:
- Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh
- Minum air yang mencukupi setiap hari
- Berolahraga secara teratur
- Menghindari merokok
- Menjaga berat badan yang sehat
- Mendapatkan nasihat medis jika terjadi perubahan kebiasaan buang air besar yang berterusan
Penyakit divertikular tidak termasuk dalam program skrining rutin, namun sering terdeteksi secara tidak sengaja ketika pemeriksaan dilakukan untuk tujuan lain. Di Singapura, divertikula dapat dikenali melalui:
- Koloskopi: sering dilakukan untuk skrining kanker kolorektal atau evaluasi gejala usus
- Pemeriksaan pencitraan: seperti CT scan abdomen yang dilakukan untuk nyeri perut atau kondisi lainnya
Kapan Harus Berjumpa Dokter
Anda disarankan untuk mendapatkan nasihat medis jika mengalami:
- Nyeri perut yang berlanjutan atau semakin memburuk
- Demam disertai ketidaknyamanan perut
- Perdarahan rektal yang terjadi secara tiba-tiba
- Episode berulang gejala divertikulitis
- Mual atau muntah yang tidak membaik
Konsultasi awal membantu penanganan tepat waktu dan mencegah komplikasi serius. Banyak pasien merasakan perbaikan yang signifikan setelah diagnosis yang tepat ditegakkan.
Buat Janji TemuPertanyaan yang Sering Diajukan
Divertikulosis biasanya bersifat ringan dan dapat dikendalikan. Namun, divertikulitis dapat menjadi serius jika terjadi komplikasi seperti infeksi, perdarahan, atau perforasi usus. Penanganan awal membantu mengurangkan risiko tersebut secara signifikan.
Ya. Perdarahan divertikular dapat terjadi apabila pembuluh darah di sekitar divertikulum pecah. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan rektal mendadak tanpa rasa nyeri dan perlu dinilai oleh dokter secepatnya.
Divertikulosis merujuk pada keberadaan divertikula tanpa peradangan. Divertikulitis terjadi apabila kantung-kantung tersebut mengalami peradangan atau infeksi, sehingga menimbulkan nyeri dan gejala lainnya.
Anda dapat berkonsultasi dengan ahli bedah kolorektal atau spesialis gastroenterologi. Rumah sakit pemerintah dan klinik spesialis swasta di Singapura menyediakan evaluasi, kolonoskopi, serta tindakan bedah jika diperlukan.