Apa itu Kanker Payudara?

Kanker Payudara di Singapura

Kanker payudara terjadi ketika perubahan abnormal berkembang pada sel-sel payudara, menyebabkan sel tersebut tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor.

Meskipun merupakan kanker yang paling umum menyerang wanita di seluruh dunia, hasil pengobatan telah meningkat secara signifikan berkat deteksi dini dan kemajuan dalam pengobatan.

Jenis-Jenis Kanker Payudara

Kanker payudara dapat muncul di berbagai bagian payudara, paling sering pada saluran susu (ductus) atau lobulus. Beberapa kanker payudara tetap terbatas di dalam saluran (ductal carcinoma in situ), sementara yang lain dapat menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya atau ke luar payudara.

Berbagai jenis kanker payudara ditentukan berdasarkan sel payudara mana yang menjadi ganas. Jenis-jenis utama meliputi:

  • Karsinoma Duktal (Ductal Carcinoma): Berasal dari lapisan saluran susu dan merupakan jenis kanker payudara yang paling umum. breast cancer
  • Karsinoma Lobular (Lobular Carcinoma): Kanker yang berasal dari lobulus (kelenjar penghasil susu). Jenis ini bisa lebih sulit dideteksi melalui pemeriksaan pencitraan rutin dan terkadang dapat memengaruhi kedua payudara.
  • Kanker Payudara Inflamasi (Inflammatory Breast Cancer): Bentuk yang jarang tetapi agresif, di mana sel kanker menyumbat pembuluh limfatik di kulit sehingga menyebabkan kemerahan, pembengkakan, rasa hangat, dan penebalan kulit.
  • Penyakit Paget pada Payudara (Paget’s Disease of the Breast): Kondisi langka yang memengaruhi puting dan areola, yang dapat muncul dengan gejala seperti kerak, kulit bersisik, atau perubahan kulit menyerupai eksim.

Penentuan stadium kanker payudara didasarkan pada ukuran tumor dan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. Kanker payudara stadium awal sering kali sangat dapat diobati dengan hasil yang baik.

Penyebab dan Faktor Risiko

Kanker payudara terjadi ketika perubahan (mutasi) pada DNA sel payudara menyebabkan sel tersebut tumbuh dan membelah secara tidak normal. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Bertambahnya usia
  • Riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara atau ovarium
  • Kondisi genetik turunan tertentu (misalnya BRCA1 dan BRCA2)
  • Faktor hormonal (penggunaan obat yang mengandung estrogen)
  • Riwayat lesi payudara berisiko tinggi
  • Paparan radiasi sebelumnya pada area payudara atau dada
  • Faktor gaya hidup seperti obesitas, merokok, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik

Tanda dan Gejala

Kanker payudara mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Ketika gejala muncul, dapat meliputi:

  • Benjolan keras atau yang semakin membesar di payudara
  • Penebalan atau kulit berlekuk (dimpling)
  • Puting yang tertarik ke dalam (inversi) yang baru terjadi
  • Keluarnya cairan dari puting (terutama jika bercampur darah)
  • Ruam yang menetap atau memburuk di sekitar puting dan areola
  • Benjolan di area ketiak

Sebagian besar benjolan payudara bukanlah kanker. Namun demikian, disarankan untuk memeriksakan setiap perubahan baru atau yang menetap pada payudara kepada dokter.

Penanganan Kanker Payudara

Diagnosis kanker payudara dapat terasa sangat berat. Namun, kemajuan dalam skrining dan pengobatan telah secara signifikan meningkatkan hasil bagi banyak pasien. Deteksi dini, evaluasi, dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan hasil jangka panjang.

Diagnosis Kanker Payudara

Kanker payudara dievaluasi melalui kombinasi pemeriksaan klinis, pencitraan payudara, dan pengambilan sampel jaringan (biopsi).

Skrining Kanker Payudara

Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Mammogram: Pemeriksaan cepat menggunakan sinar-X untuk mendeteksi perubahan pada payudara
  • USG Payudara: Digunakan untuk menilai benjolan payudara, terutama pada pasien yang lebih muda dengan jaringan payudara yang lebih padat
  • Breast ultrasound: Used to assess breast lumps particularly in younger patients with denser breasts
  • MRI Payudara: Digunakan pada pasien tertentu untuk mengevaluasi luasnya penyakit secara lebih detail
  • Biopsi Payudara: Prosedur untuk mengambil sampel jaringan guna dianalisis di bawah mikroskop untuk memastikan diagnosis

Tidak semua benjolan atau temuan abnormal pada pencitraan merupakan kanker. Evaluasi lanjutan sering diperlukan sebelum diagnosis dapat dipastikan.

Pilihan Pengobatan

Rekomendasi pengobatan disesuaikan secara individual berdasarkan jenis kanker payudara, stadium, serta kondisi dan preferensi pasien. Banyak pasien memerlukan kombinasi beberapa terapi.

Operasi (Surgery)

  • Merupakan pengobatan utama untuk mengangkat tumor dan menilai apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak. Pilihan operasi meliputi Operasi konservasi payudara (lumpektomi / wide local excision) dan Mastektomi (pengangkatan seluruh payudara)
  • Pada beberapa pasien, rekonstruksi payudara dapat dilakukan bersamaan.
  • Teknik onkoplastik dan minimal invasif dapat membantu mempertahankan bentuk payudara dengan hasil kosmetik yang lebih baik.

Kemoterapi (Chemotherapy)

  • Kemoterapi menggunakan obat sistemik untuk menghancurkan sel kanker.
  • Dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor
  • Dapat diberikan setelah operasi untuk mengurangi risiko kekambuhan. Pada kanker stadium lanjut, terapi ini dapat menjadi pengobatan utama

Terapi Target / Imunoterapi

  • Terapi target bekerja pada karakteristik molekuler spesifik sel kanker
  • Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker
  • Digunakan pada pasien tertentu tergantung pada subtipe dan karakteristik kanker payudara.

Terapi Hormon

  • Beberapa kanker payudara tumbuh sebagai respons terhadap hormon seperti estrogen.
  • Terapi hormon bekerja dengan menurunkan kadar estrogen atau menghambat efeknya pada sel kanker
  • Dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Biasanya dikonsumsi dalam jangka panjang selama beberapa tahun

Skrining Kanker Payudara (Lanjutan)

Rekomendasi skrining bervariasi tergantung usia, kepadatan payudara, riwayat keluarga, dan profil risiko secara keseluruhan.

Metode skrining meliputi:

  • Pemeriksaan payudara klinis
  • Mammogram
  • USG payudara
  • MRI payudara pada pasien tertentu (misalnya dengan risiko genetik tinggi)
  • Biopsi payudara untuk konfirmasi diagnosis

Pencegahan

Anda mungkin tidak dapat sepenuhnya mencegah kanker payudara, tetapi risiko dapat dikurangi melalui langkah-langkah berikut:

  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menghindari merokok
  • Berhati-hati dalam penggunaan terapi hormon jangka panjang
  • Melakukan skrining secara rutin (misalnya mammogram)
  • Mengenali kondisi normal payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri secara rutin
  • Mencari nasihat medis jika memiliki riwayat keluarga kuat dengan kanker

Kapan Harus ke Dokter

Anda sebaiknya mencari perhatian medis jika menemukan perubahan baru atau yang menetap pada payudara, seperti:

  • Benjolan baru pada payudara
  • Perubahan pada tampilan kulit payudara atau puting
  • Keluarnya cairan dari puting, terutama jika berdarah atau terjadi spontan
  • Benjolan baru di area ketiak
Buat Janji Temu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah benjolan pada payudara bisa bukan kanker?

Ya. Sebagian besar benjolan payudara bersifat non-kanker (jinak). Namun, disarankan untuk memeriksakan setiap benjolan baru pada payudara kepada dokter untuk memastikan apakah bersifat jinak atau ganas.

Apakah wanita muda bisa terkena kanker payudara?

Ya. Meskipun kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun, wanita yang lebih muda juga dapat mengalaminya.

Apakah pria bisa terkena kanker payudara?

Meskipun sangat jarang terjadi, pria juga dapat mengalami kanker payudara dan sebaiknya mencari perhatian medis jika mereka menyadari adanya perubahan pada payudara.

Apakah kanker payudara bersifat keturunan?

Beberapa kasus kanker payudara berkaitan dengan mutasi gen yang diturunkan seperti BRCA1 dan BRCA2, namun sebagian besar kasus terjadi pada individu tanpa riwayat keluarga yang kuat atau kondisi keturunan tertentu.

Apakah kanker payudara selalu menimbulkan rasa sakit?

Tidak, kanker payudara sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Oleh karena itu, skrining rutin dan peningkatan kesadaran sangat penting.

Kapan saya harus mulai skrining payudara?

Skrining payudara biasanya dimulai pada usia 40 tahun, tetapi pada individu dengan risiko lebih tinggi, skrining dapat dimulai lebih awal.